
Mikrokontroller merupakan suatu terobosan
teknologi mikroprosesor dan mikrokomputer terbaru yang hadir memenuhi
kebutuhan pasar (
market needed ). Sebagai teknologi terbaru
dengan teknologi semikonduktor yang mengandung transistor yang lebih
banyak namun hanya membutuhkan ruang kecil sebagai wadah penempatannya
dan dapat diproduksi secara massal sehingga harganya lebih murah dan
dapat terjangkau oleh hampir seluruh kalangan masyarakat. Oleh karena
itu mikrokontroller sangat cocok diterapkan untuk mengontrol berbagai
peralatan-peralatan yang lebih canggih dibandingkan dengan komputer PC,
karena effektivitas dan kefleksibelannya yang tinggi. Sebagai contoh
penerapan mikrokontroler pada umumnya adalah aplikasi mesin tiket dalam
arena permainan(
game), aplikasi dalam pengukuran jarak jauh,
aplikasi mainan anak-anak dan lain sebagainya, berdasarkan contoh-contoh
aplikasi tersebut penulis sangat tertarik menggunakan mikrokontroller
sebagai peralatan utama dalam pembuatan alat pengontrol pada proyek
akhir ini pada umumnya ,dan mikrokontroller AT89S51 pada khususnya,
karena hanya dengan menambahkan beberapa komponen luar, mikrokontroller
sudah dapat bekerja sesuai dengan program yang diberikan padanya.
Mikrokontroller AT89S51 merupakan salah
satu mikrokontroller keluaran dari ATMEL dengan kapasitas 4 Kbyte Flash
PEROM ( Programmable And Erasable Read Only Memory ). AT89S51
menggunakan teknologi non-volatil memori, memori tersebut dapat
deprogram dan dihapus berulang-ulang sampai kurang lebih seribu kali.
Memori ini bisa digunakan untuk menyimpam instruksi ( perintah )
berstandar MCS-51
code sehingga memungkinkan mikrokontroler ini Bekerja dalam modil
single cjip operation ( mode operasi keping tunggal ) yang tidak memerlukan
external memory ( memori luar ) untuk menyimpan source code tersebut. Sistem komputer dewasa ini paling banyak justru terdapat di dalam
peralatan lain, seperti telepon, jam, perangkat rumah tangga, kendaraan,
dan bangunan. Sistem
embedded biasanya mengandung syarat minimal
sebuah sistem mikroprosesor yaitu memori untuk data dan program, serta
sistem antarmuka input/output yang sederhana. Antarmuka semacam
keyboard,
tampilan, disket, atau printer yang umumnya ada pada sebuah komputer
pribadi justru tidak ada pada sistem mikrokontroler. Sistem
mikrokontroler lebih banyak melakukan pekerjaan-pekerjaan sederhana yang
penting seperti mengendalikan motor, saklar, resistor variabel, atau
perangkat elektronis lain. Seringkali satu-satunya bentuk antarmuka yang
ada pada sebuah sistem mikrokontroler hanyalah sebuah LED, bahkan ini pun bisa dihilangkan jika tuntutan konsumsi daya listrik mengharuskan demikian.
Sejarah mikrokontroler
Mikrokontroler populer yang pertama dibuat oleh Intel pada tahun 1976, yaitu mikrokontroler 8-bit Intel 8748.
Mikrokontroler tersebut adalah bagian dari keluarga mikrokontroler MCS-48.
Sebelumnya, Texas instruments telah memasarkan mikrokontroler 4-bit pertama yaitu TMS 1000 pada tahun 1974. TMS 1000 yang mulai dibuat sejak 1971 adalah mikrokomputer dalam sebuah chip, lengkap dengan RAM dan ROM.
Mikrokontroler berdasarkan arsitekturnya
- CISC (Complex Instruction Set Computing)
- RISC (Reduced Instruction Set Computing)
Sesuai dengan namanya masing-masing, maka dapat disimpulkan bahwa
CISC mempunyai instruksi lebih banyak daripada RISC. Akan tetapi RISC
mempunyai fasilitas internal lebih banyak daripada CISC.
Tidak terpungkiri,kadang kita pernah memakai alat yang ada tanpa menyadari bahwa itu adalah sebuah alat yang diciptakan dari sistem kontroller.
Terima Kasih.
Add Comments